Senin, 23 Mei 2016

Mengenal Perkembangan Olahraga Renang Dunia dan Indonesia

Mengenal Perkembangan Olahraga Renang Dunia dan Indonesia

 Usai sukses menyelenggarakan LIMA Futsal Nasional 2015, Liga Mahasiswa melanjutkan rangkaian kompetisi ke cabang olahraga air, LIMA Swimming Nasional 2015. Perlombaan tersebut akan diadakan di kolam renang Universitas Negeri Yogyakarta pada Minggu (6/9). Namun, sebelum mengikuti persaingan pada perlombaan tersebut, ada baiknya kita mengetahui sejarah perlombaan renang dunia dan Indonesia

Perlombaan renang dimulai di Eropa sekitar tahun 1800. Sebagian besar perenang pada masa itu menggunakan gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya trudgen di lomba-lomba renang setelah meniru renang gaya bebas suku Indian. Akibat ketidaksukaan orang Inggris terhadap gerakan renang yang memercikkan air ke sana ke mari, Trudgen mengganti gerakan kaki gaya bebas yang melecut ke atas dan ke bawah menjadi gerakan kaki gunting seperti renang gaya samping.
Renang menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan sejak Olimpiade Athena 1896. Nomor renang putri dilombakan sejak Olimpiade Stockholm 1912. Pada 1902, Richard Cavill memperkenalkan renang gaya bebas. Federasi Renang Internasional dibentuk pada 1908. Gaya kupu-kupu pertama kali dikembangkan pada tahun 1930-an. Pada awalnya, gaya kupu-kupu merupakan variasi gaya dada sebelum dianggap sebagai gaya renang tersendiri pada 1952.
Sejarah renang di Indonesia.
Sementara itu, sejarah renang di Indonesia diawali dengan berdirinya Perserikatan Berenang Bandung (Bandungse Zwembond) pada 1917. Pada tahun berikutnya didirikan Perserikatan Berenang Jawa Barat (West Java Zwembond), dan Perserikatan Berenang Jawa Timur (Oost Java Zwembond) didirikan pada 1927. Sejak itu pula perlombaan renang antardaerah mulai sering diadakan. Rekor dalam kejuaraan-kejuaraan tersebut juga dicatatkan sebagai rekor di Belanda.
Pada 21 Maret 1951, di bawah pimpinan Zwembond Voor Indonesia (ZBVI) lahirlah Persatuan Berenang Seluruh Indonesia yang kemudian disingkat PBSI. Kongresnya yang pertama di Jakarta, berhasil mengukuhkan Ketua yang pertama, Prof. dr. Poerwo Soedarmo, dibantu oleh wakil ketua, sekretaris, bendahara dan komisi teknik.
Kongres PBSI ke V, di mana pada kongres itu di samping memilih kepengurusan baru yang ketuanya masih tetap dipercayakan kepada D. Soeprajogi, juga kongres ini mengubah nama Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia (PBSI) menjadi Perserikatan Renang Seluruh Indonesia (PRSI). Perubahan ini timbul dengan pertimbangan bahwa terdapatnya dua induk organisasi olahraga yang mempunyai singkatan sama PBSI yakni Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia.
Hingga akhirnya, pada 1963 di Jakarta, PRSI kembali menyelenggarakan kongres dan berhasil menyusun kepengurusan baru dengan ketua umum D. Soeprajogi. Selanjutnya didampingi 3 orang ketua, 2 orang renang, loncat indah dan polo air. Keputusan lain yang diperoleh dalam kongres PRSI ke VI itu ialah mengubah kembali istilah perserikatan menjadi persatuan. Hingga sekarang PRSI merupakan singkatan dari Persatuan Renang Seluruh Indonesia.
www.ligamahasiswa.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar